Entri Populer

Kamis, 19 Mei 2011

CIRI ORANG BERIMAN KEPADA ALLAH DAN HARI AKHIR

Di dalam hadis riwayat Bukhari Muslim, Rasulullah bersabda :" Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah menghormati tamunya, dan siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, mak hendaklah menghubungkan tali silaturrahmi, dan siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaknya berkata baik atau diam".

Di sini Rasulullah mengaitkan hubungan antara iman dengan akhlak yaitu akhlak kepada tamu, akhlak kepada orang lain dan akhlak kepada diri sendiri. Sehingga dapat dipahami bahwa ciri orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir ada tiga yaitu :

1. Memuliakan tamu.
2. Memelihara hubungan dengan sanak famili, handai taulan, teman sejawat.
3. Berkata dengan perkataan yang baik, dan kalau tidak bisa lebih baik diam saja.

UNTUK MENDAPATKAN KEMENANGAN

Dalam surat At-Taubah ayat 20 Allah berfirman yang artinya :" Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah, dan itulah orang-orang yang mendeapat kemenangan".

Dari ayat di atas jelaslah bahwa untuk mendapatkan kemenangan itu baik di dunia maupun di akhirat ada tiga ciri yaitu :
1. Beriman kepada Allah
2. Berhijrah. Kalau sekarang dapat berarti berhijrah dari yang buruk kepada yang baik, dari jalan yang sesat kepada jalan yang benar.
3. Berjihad di jalan Allah dengan harta dan diri (jiwa).

Rabu, 18 Mei 2011

TIGA CIRI ORANG BERIMAN

Dalam surat Al-Anfal ayat 2 Allah berfirman yang artinya :" Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal".

Dari ayat di atas dapat diketahui bahwa ciri orang yang beriman itu ada tiga yaitu :
1. Ketika disebut nama Allah gemetar hatinya.
2. Ketika dibacakan ayat-ayat Allah meningkat imannya.
3. Selalu berserah diri kepada Allah.

Mari kita koreksi diri kita apakah sudah sebesar itukah iman kita ? Bila belum, maka kita .berusaha untuk mengamalkan ayat itu dalam kehidupan kita sehari-hari.

Jumat, 06 Mei 2011

TELAH TERTULIS DI LAUH MAHFUZH

Allah swt telah berfirman dalam surat Al-Hadid ayat 22 yang artinya sebagai berikut :" Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh yang demikian itu mudah bagi Allah".
Berdasarkan ayat di atas, jelaslah bahwa apapun yang kita alami di dunia ini telah ada perencanaannya di sisi Allah swt. Kita hanya menjalani saja. Oleh sebab itu tidak ada yang perlu dikeluhkesahkan jika kita ditimpa suatu penyakit karena penyakit itu sesuai dengan ketentuan Allah. Demikian pula jika kita hidup dalam keadaan miskin, tentu adalah juga atas ketentuan Allah. Demikian seterusnya. Tetapi tidak berarti kita harus nrimo saja, karena dalam ayat yang lain, Allah menegaskan "Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum (seseorang) sehingga mereka mengubah nasib mereka sendiri".
Kalau demikian apakah maksud ayat di atas ? Maksudnya adalah untuk menanamkan keyakinan bahwa Allah adalah penguasa terhadap kita, sehingga kita lalui hidup ini dengan tenang di bawah redhaNya.

Kamis, 05 Mei 2011

PENGHILANG BENCANA

Siapa yang dapat menghilangkan bencana dari kita? Misalnya banjir yang sering menimpa ibukota Jakarta, dapatkah dihilangkan dengan membangun kanal barat dan timur, lalu ibukota bebas dari banjir? Usaha meminimalkan mungkin. Tetapi untuk menyetop turunnya hujan lebat, adakah satu kekuatan yang dimiliki manusia untuk menyetop tidak turun hujan? Pasti tidak ada. Pasti ada satu kekuatan di luar kekuatan manusia, yaitu Allah swt. Sebagaimana yang difirmanNya dalam surat Yunus 107 yang artinya : " Jika Allah menimpakan suatu bencana kepadamu, maka tidak ada yang menghilangkannya selain Dia".