Entri Populer

Sabtu, 25 Juni 2011

TAUBAT

Setiap manusia dalam hidup di dunia ini pasti memiliki kesalahan baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Dalam agama Islam setiap yang tidak disengaja sebenarnya tidak ada hukumannya. tetapi siapa yang tahu mana yang disengaja dan mana yang tidak disengaja. Pada mata manusia umum, semuanya tanpak disengaja.Hanya diri kita sendiri dan Allah yang tahu apakah suatu perbuatan itu disengaja atau tidak.

Allah swt membukakan untuk kita jalan agar terhapus dari dosa yaitu dengan cara bertaubat. Taubat berarti kembali ke jalan yang benar. 

Syarat taubat ada tiga yaitu minta ampun kepada Allah, menyesali terhadap perbuatan buruk yang telah dikerjakan, dan berjanji untuk tidak mengulanginya  lagi. Taubat yang sebanar-banrnya disebut taubat nasuha dan taubat yang kemudian diulang lagi disebut taubat sambal lado. 

Kamis, 23 Juni 2011

SUKSES

Sukses tidak selalu datang karena kepintaran, karena banyak koneksi, karena banyak uang atau karena ada kesempatan. Ada seseorang yang bila dilihat dari kehidupan dan pendidikannya tidak memungkinkan dia untuk sukses tetapi berkat doa orangtua dia sukses.

Itulah pentingnya doa orangtua untuk anak-anaknya. Rasulullah menyatakan bahwa doa orangtua pasti dikabulkan Allah. Cuma masalahnya, pernah ada orangtua yang seakan-akan mengeluh, "Saya tiap habis shalat selalu berdoa untuk anak saya yang belum dapat pekerjaan, agar dapat pekerjaan, tetapi doa saya sampai hari ini belum juga dikabulkan Allah" Memang Allah tidak selalu harus langsung mengabulkan doa kita, kita tidak dapat memaksaNya, Dia punya hak untuk menentukan kapan saatnya dikabulkan.

Karena itu perlu ada kesabaran. Di samping itu kita juga harus memahami cara Allah untuk mengabulkan doa. Ada yang langsung dikabulkan, ada dengan menunggu waktu yang tepat, ada dengan cara mengganti dengan yang lain dan ada yang dikabulkan nanti di akhirat. 

Sukses itu diukur dari mana ? Apakah seseorang yang tadinya miskin, sekarang kaya, sudah dikatakan sukses? Apakah seseorang yang tadinya tidak bertitel sekarang telah bertitel sudah dikatakan sukses? Apakah seseorang yang tadinya tidak punya jabatan sekarang punya kedudukan sudah dikatakan sukses?

Tetapi kekayaan, titel, pangkat dan jabatan bisa-bisa sewaktu-waktu menjadi ujian dan cobaan. Si kaya tidurnya tidak tenang karena takut maling atau rampok. Titel bisa mendatangkan kesombongan dengan ilmu yang dia miliki. Sedangkan jabatan dan pangkat bisa membawa kepada kesewang-wenangan atau seperti yang terjadi sekarang ini, dia menjadi koruptor karena menyalahgunakan kedudukan dan jabatannya dan akhirnya masuk penjara.

Sekarang terserah penilaian anda apakah itu sukses

Jumat, 17 Juni 2011

DUNIA

Apa yang kau cari di dunia ini ? Jika yang kau cari adalah harta kekayaan yang berlimpah pada hal harta itu tidak dapat dibawa ketika kau mati. Lihatlah Qarun di zaman nabi Musa sampai-sampai kunci gudangnya hampir tak terpikul oleh pembantunya, bahkan orang yang menyaksikannya berharap mereka ingin juga seperti Qarun, tetapi  pada akhir hayatnya dibenamkan ke dalam bumi, segala harta kekayaan dan istananya yang serba mewah dijungkirbalikkan oleh Allah. Jika kau mencari pangkat dan kedudukan, lihatlah Firaun sampai dia mengatakan ana rabbakumul a'la, akulah tuhanmu yang maha tinggi, toh akhirnya mati juga dengan ditenggelamkan di laut Merah oleh Allah. 

Jadi marilah kita raih dunia sekadar untuk memenuhi hajat hidup tanpa melupakan bahwa kita pada satu saat akan mati juga dan bila telah tiba saatnya tidak dapat minta tangguh sedikitpun. Sesudah kematian, nanti suatu waktu yang telah ditentukan Allah kita akan menghadap kepada pengadilanNya uintuk menentukan apakah kita akan masuk surga atau akan masuk neraka. Mau ke mana kita ? Surga, tentu kita harus beramal yang baik-baik, mengerjakan segala yang disuruh dan menghentikan segala yang dilarang Allah. Atau mau ke neraka, ya berbuatlah sekehendak hatimu, fashna' ma syi'ta, sabda Rasulullah.

Selasa, 14 Juni 2011

KENALLAH DIRIMU

Engkau tercipta oleh Sang Maha Pencipta di dalam rahim ibumu yang membutuhkan waktu selama 9 bulan 10 hari. Penciptaan itu melalui tahapan-tahapan dimulai dari bertemunya sperma bapak dengan indung telur ibu, maka jadilah segumpal darah, segumpal daging, lalu menjadi tulang belulang yang terbungkus daging. berikutnya ditiupkanlah ruh dari Yang Maha Kuasa menjadi makhluk jabang bayi dan akhirnya lahir sebagai anak manusia. Berbeda dengan makhluk hewan, manusia kecil (bayi) tidak dapat berbuat apa-apa kalau tidak dibantu ibu untuk menyusukannya, memandikannya, menidurkannya. Perkembangan selanjutnya di bawah asuhan ibu dengan bersusah payah. Dari bayi, meningkat menjadi anak-anak, lalu meningkat lagi menjadi remaja, dewasa, berumahtangga, beranak pinak, tua dan akhirnya mati.
Selama perjalanan waktu tersebut sudahkah kau mengenal dan memahami dirimu, siapa dirimu, apa kelebihan dan kekuranganmu, apa tujuan hidupmu dan hendak kemana engkau setelah kematian?
"Wafi anfusikum afala tubshirun, dan (juga) pada dirimu sendiri, maka apakah kamu tidak memperhatikan ? " Demikian firman Allah di dalam surat Adz-Dzariyat ayat 21. Artinya Allah menyuruh kita untuk mengenal diri kita. Tentu tiap orang akan menjawab dengan ungkapan bermacam-macam menurut fersinya masing-masing.
Yang penting adalah bahwa sepanjang perjalanan hidup kita ini selalu di bawah kendali dan pengawasan Allah swt. Dan akhir hidup kita, kita kembali kepadaNya untuk diminta pertanggungjawaban atas segala amal perbuatan kita. Siapkah kita ? Jangan sampai ketika kita telah berhadapan di pengadialanNya di akhirat kelak, kita mengeluh dan berharap "Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah (menjadi tanah)" dalam surat An-Naba' ayat 40

Senin, 13 Juni 2011

TIGA YANG DIHARAMKAN DAN TIGA YANG DIBENCI ALLAH

Di dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah bersabda " Sesungguhnya Allah 'azza wajalla mengharamkan atasmu: mendurhakai ibu, mengubur anak perempuan hidup-hidup dan tidak suka memberi tetapi suka meminta. Dan Allah membenci bagimu tiga perkara: suka desas desus, banyak bertanya dan menyia-nyikan harta".
Dengan hadis ini jelaslah ada tiga yang diharamkan Allah yaitu:
1. mendurhakai ibu
2. Menguburkan anak perempuan hidup-hidup
3. Tidak suka memberi tetapi suka meminta
Yang dibenci Allah juga ada tiga :
1. Suka desas desus
2. Banyak bertanya
3. Menyia-nyiakan harta.

Senin, 30 Mei 2011

PENTINGNYA KESEMPURNAAN WUDHU'

Setiap orang yang akan shalat tentu akan berwudhu' terlebih dahulu. Banyak yang kita lihat orang berwudhu' asal-asalan atau tidak sempurna, kadang-kadang ada bagian yang tidak kena air. pada hal kalau dia tahu tentang betapa agungnya syariat Islam tentang berwudhu' ini tentu dia akan berusaha menyempurnakan wudhu'nya.

Mari kita ikuti sejenak rangkaian tata cara berwudhu'. Dimulai dari mengucapkan bismillahirrahmanirrahim sebagai pengagungan kepada Allah yang mempunyai sifat Kasih dan Sayang, yang telah memerintahkan kepada kita untuk membersihkan diri melalui wudhu', diteruskan dengan membasuh kedua tangan sampai pergelangan tangan, menyilang-nyilangi jari jemari, membersihkannya dari kotoran dan kuman yang menempel karena kedua tangan inilah yang dipergunakan untuk memegang sesuatu. Dilanjutkan dengan berkumur-kumur, membersihkan mulut dari sisa-sisa makanan dan kuman atau bakteri merusak yang bersarang di mulut, terus mamasukkan air ke hidung dengan cara dihirup lalu disemprotkan, akan membersihkan kotoran dan kuman yang bersarang di kedua lobang hidung. selanjutnya membasuh seluruh muka dari kening sampai dagu, dari pelipis kanan sampai pelipis kiri, akan membersihkan debu dan kotoran yang melekat, termasuk juga kuman-kuman.

Dilanjutkan dengan membasuh kedua tangan sampai siku sehingga kedua tangan bersih dari debu dan kotoran yang menempel, juga keringat. Menyapu kepala mulai dari depan ke belakang kembali lagi ke depan, sehingga debu dan kotoran yang menempel di rambut/kepala menjadi bersih. Berikut menyapu kedua daun telinga dalam dan luar, membersihkannya dari debu dan kotoran yang menempel. Terakhir adalah mencuci kedua kaki sampai mata kaki dan menyilang-nyilangi jari-jari kaki, tentu akan sangat menghasilkan kaki yang bersih dari daki dan kuman-kuman.

Dari kegiatan yang dilakukan dengan berwudhu', jelas sekali prinsip Islam dalam menjaga kebersihan anggota tubuh yang sering terbuka. Kebersihan pangkal kesehatan.Ini dilakukan minimal 5 kali dalam sehari semalam.
belum lagi kalau ditinjau dari sisi rohaninya. Semua anggota tubuh dari sering bermaksiat, sering berbuat dosa.Tangan mungkin dipergunakan untuk memukul orang, mengambil milik orang, mulut mungkin menyakiti hati orang, atau memakan barang yang haram, hidung mencium hal-hal yang tidak boleh dicium, mata yang ada dimuka memandang hal-hal yang tidak layak dipandang, telinga mungkin sering mendengar kata-kata yang tidak pantas didengar, dan kaki mungkin sering dipergunakan untuk melangkah ke tempat yang dilarang Allah. Dengan melakukan wudhu' dengan sempurna rohani dan jasmani menjadi bersih, jernih dan segar. 

Banyak ayat dan hadis yang berbicara tentang wudhu', menggambarkan betapa Islam mengutamakan kebersihan. Di antaranya adalah sebagai berikut :

1. Sesungguhnya Allah sangat menyukai orang-orang yang bertaubat dan membersihkan diri.(Al-Ayah)
2. Dalam suatu dialog Rasulullah dengan sahabatnya :"Apa pendapat kalian bila ada sungai yang bersih jernih di depan rumahnya, lalu dia mandi lima kali dalam sehari, apakah masih ada daki yang menempel padanya ?". Jawab sahabat," Tidak ya Rasulullah". " Nah, begitulah orng yang berwudhu', berguguran dosa-dosanya bersamaan dengan jatuhnya air bekas wudhunya'".
3. Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku dan sapulah kepalamu dan (basuhlah) kedua kakimu sampai mtaa kaki" Al-Maidah :6
4. Tidak sah shalat bagi orang yang tidak berwudhu' dan tidak sah wudhu' orang yang tidak menyebut nama Allah atas wudhu'nya.Hadis dari Abu Hurairah.

Minggu, 22 Mei 2011

MENJELANG KEMATIAN

Perjalanan hidup yang telah kutempuh sekian lama, mulai dari kecil di bawah asuhan ayah bunda, meningkat masa sekolah terus masa bekerja dan berkeluarga, beranak dan bercucu; terhanyut dalam riak gelombang kehidupan, kadang naik kadang turun, kadang senang kadang susah, kadang sakit kadang sehat, lalu bagaimana tentang kematian yang sudah semakin dekat ? 

Ketika  ikut ke kuburan mengantarkan jenazah, menyaksikan sang mayat dimasukkan ke liang lahat, sementara di sana berjejer kuburan orang-orang yang telah tiada, hati ini tidak begitu tergetar, jiwa ini tidak begitu tersentuh, di mana sebentar lagi akan tiba giliranku dan entah kapan. Apakah aku akan berkubur seperti mayat yang baru saja ditimbun, di mana sanak saudara turut mengantarkan ataukah aku akan mati dengan cara lain yang sudah pasti tidak kuketahui. 

Seberapa besarkah  keyakinan kita bahwa kematian itu hanya merupakan masa peralihan dari hidup dunia dan hidup akhirat ? 
Jika kematian dianggap akhir segala-galanya dan tidak ada kehidupan sesudahnya, maka tak ubahnya kita bagai binatang. Kalau ada orang mengatakan kepada kita, "Kamu binatang", pasti kita akan marah sekali.Kita adalah manusia yang mempunyai akal budi, makhluk terhormat dengan ciptaan yang juga sangat bagus dan indah.

Sebagai manusia kita dibekali oleh Penciptanya akal dan nafsu. Kita lihat bahwa manusia dengan akal dan nafsu tersebut melakukan aktifitas hidup. Kadang-kadang akal menang, kadang-kadang nafsu yang menang. Bila nafsu yang menang, pasti ada yang dirugikan apakah itu diri sendiri atau orang lain. Nah, di sinilah perlunya ada hidup sesudah kematian, untuk mempertanggungjawabkan kerugian yang diderita baik oleh diri sendiri maupun oleh orang lain. 

Siap atau tidak siap, tunggulah kematian itu pasti akan datang, dan pengadilan akhirat adalah suatu keniscayaan.